TULISAN MENARIK TENTANG SUMPAH PEMUDA 2016 YANG KE 88 OLEH IBU SRI SUHARNI ~ PEMUDA, SUMPAH LOHH ??? “

header niko 728 x 90

TULISAN MENARIK TENTANG SUMPAH PEMUDA 2016 YANG KE 88 OLEH IBU SRI SUHARNI ~ PEMUDA, SUMPAH LOHH ??? “

tulisan-menarik-tentang-sumpah-pemuda-2016-yang-ke-88-oleh-ibu-sri-suharni-pemuda-sumpah-lohhSedang asyik … teringat besok tanggal 28 Oktober 2016 Hari Sumpah Pemuda yang Bertema Pemuda Indonesia Menatap Dunia …ada TULISAN MENARIK TENTANG SUMPAH PEMUDA 2016 YANG KE 88 OLEH IBU SRI SUHARNI ~ PEMUDA, SUMPAH LOHH ??? “ di Fb nya Beliau. Saya Simpan buat Catatan Pribadi.

~ PEMUDA, SUMPAH LOHH ??? “

Oleh Sri Suharni

Sebuah parade foto menyebar liar dijagad dunia maya. Foto-foto seorang remaja putri, berusia belasan. Cantik, muda, berpose dengan berbagai gaya seronok. Dilengkapi dengan adegan syur yang dulu mah, gak ada yang berani pamerin didepan umum.

Di episode lain, ada foto muda -mudi dengan gaya seronok, menatap mantap kearah kamera, mengepalkan tangan, dengan tulisan grafis ,” Setidaknya, kami tidak munafik ” sekilas keren. Suerrr dah.

Bersikap jujur mah harus, munafik itu dosa besar. Lebih rendah derajatnya dari kekafiran. Ntuh bocah juga pada tau. Berarti mereka pinter. Sekolah belasan tahun ga percuma. Benarkah ???

Tahun 1928 lalu, ada sebuah moment luar biasa terjadi di Indonesia yang waktu itu masih berada dalam penjajahan Belanda. Perwakilan pemuda dari berbagai daerah di tanah air tercinta tumplek blek di Jakarta. Mereka berkumpul, duduk bersama, menyatukan tekad, visi dan misi, menyamakan frekuensi dan mendeklarasikan sebuah pernyataan bersama. Satu sumpah yang gegap gempita. Mengguncang jiwa-jiwa muda yang kata Bang Haji Rhoma selalu berapi-api.

Kalaulah saat itu ada teknologi kamera instant, dan media sosial, pasti time line bakalan rame dengan pose-pose mereka yang gagah perkasa. Menggertak mental penjajah. Lengkap dengan teks Sumpah Pemuda yang fenomenal itu.

Lantas, kemana perginya sosok pemuda yang seperti tahun 1928 yang begitu mempesona dalam semangatnya ??

Saat ini timeline kita penuh sesak dengan parade pemuda-pemudi alay yang bebas mengekspose parade kebodohan baru yang dikemas apik sehingga tampak cerdas. Mereka emang jujur, tidak munafik seperti yang mereka gaungkan. Tapi mereka ga sadar, mereka tengah mengekspose rapuhnya jiwa-jiwa mereka, rendahnya moral mereka, mempertontonkan batin mereka yang menjerit sakit atas nama kebebasan. Mereka tampak menyedihkan, tapi mereka ga sadar.

Sisi – sisi yang sebenarnya sudut terlemah mereka pada peradaban. Sebuah bencana kemanusiaan baru yang bisa jadi lebih mengenaskan dari penjajahan bangsa lain. Mereka kehilangan identitas mereka sebagai seorang hamba, juga sebagai anak-anak bangsa. Budaya konsumtif, arus globalisasi dan modernisasi yang melemparkan mereka jauh dari bimbingan ilahiyah dan para orang tua tercinta.

Mereka putus asa tapi tak sadar sudah kehilangan arah. Tanpa sadar memamerkan sosok-sosok mereka yang tak siap berhadapan dengan kejamnya kehidupan didepan mereka.

Betapa mudahnya mereka untuk ditumbangkan. Generasi operasi plastik yang lekat dengan pil penenang dan jarum suntik. Yang mudah mabuk dalam buaian hentakan alunan musik. Yang mudah jatuh karena rayuan perempuan dan mata indah yang melirik. Yang bisa berubah menjadi monster kejam pembunuh janin yang tak berdosa bila cinta berakhir bencana pada syahwat liar yang membuat bulu kuduk bergidik. Inikah kejujuran yang kalian agung-agungkan wahai pemuda ????

Apa masih ada yang tersisa bila tetiba negara ini terancam bahaya ?? Diserbu bangsa asing yang datang tanpa diduga. Padahal dengan sesama pun kalian masih saling bully tanpa ampun. Tak ada etika yang di kedepankan. Tak ada sopan santun yang dijunjung.

Saya hanya bisa berharap semoga Tuhan Yang Maha Esa berkenan menjaga bangsa ini dari serangan musuh. Tapi benarkah ??? Kita hidup di zaman dimana penjajahan bukan lagi melibatkan senjata atau bambu runcing yang bertemu dimedan laga. Tapi penjajahan gaya baru yang begitu halus dan melenakan, sehingga sebuah bangsa tersingkirkan bahkan dimusnahkan dengan senyum suka rela.

Ah, pemuda. Apakah harus kami-kami yang sudah tua ini yang maju digaris depan berhadapan dengan musuh bangsa ??? Dimana semangatmu yang membanggakan itu. Mana suara mu yang menggelegar diangkasa ?? Mana kepalan tangan yang mampu membelah samudera ?? Mana derap langkah-langkah mu yang mengguncang bumi dengan gagahnya ???

Sumpah itu sudah ada hampir 100 tahun lamanya. Tintanya belum mengering terbilang masa. Masih apik terpajang dalam bingkai emas sejarah bangsa kita. Tidakkah sumpah itu menggugahmu untuk kembali kau gaungkan kepelosok bumi Indonesia tercinta. Sumpah pemuda ……!!!!

Atau, mulai saat ini kami hanya bisa mendengarkan sumpah yang lain saja. Wahai pemuda, sumpah Loohh ???!!!!

Iyee looohhh….

Demikian sharing saya tentang TULISAN MENARIK TENTANG SUMPAH PEMUDA 2016 YANG KE 88 OLEH IBU SRI SUHARNI ~ PEMUDA, SUMPAH LOHH ???.

Kumpul Komunitas banner 300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pingin Belajar Internet Marketing Yang Tepat - Hub : 081325000084 Atau KlikDi Sini