Amalan-Amalan Sunnah di Bulan Muharram

header niko 728 x 90

Amalan-Amalan Sunnah di Bulan Muharram

Amalan-Amalan Sunah di Bulan Muharam
Amalan-Amalan Sunah di Bulan Muharam

Allah Ta’ala berfirman :

“Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah 12 bulan (yang telah ditetapkan) di dalam kitab Allah sejak menciptakan langit dan bumi. Di antara 12 bulan tersebut terdapat 4 bulan yang suci. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menzhalimi diri kalian pada bulan-bulan (suci) tersebut”. (QS. At Taubah 9 : 36)

Diantara keempat bulan haram (suci) tersebut adalah bulan Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Sebagaimana yang disebutkan oleh sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam, “Satu tahun ada 12 bulan, diantaranya ada 4 bulan suci: 3 bulan secara berurutan yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan bulan Rajab diantara bulan Jumadil Akhir dan bulan Sya’ban”. (HR. Bukhari)

Mengapa keempat bulan tersebut dinamakan bulan haram? Abu Ya’la rahimahullah mengatakan, “Dinamakan bulan haram karena dua makna. Pertama, pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan sebagaimana yang diyakini oleh orang-orang jahiliyyah dahulu. Kedua, pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan maksiat lebih ditekankan daripada bulan yang lainnya dikarenakan mulianya bulan tersebut”. (Zaadul Maysir, Ibnul Jauziy)

Beberapa Amalan Sunnah Yang Dilakukan Pada Bulan Muharram

1. Perbanyak Amalan Shalih dan Jauhi Maksiat : Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata tentang tafsir firman Allah Ta’ala dalam Surat At Taubah ayat 36: “…maka janganlah kalian menzhalimi diri kalian…”; Allah telah mengkhususkan empat bulan dari kedua belas bulan tersebut. Dan Allah menjadikannya sebagai bulan yang suci, mengagungkan kemulian-kemuliannya, menjadikan dosa yang dilakukan pada bulan tersebut lebih besar (dari bulan-bulan lainnya) serta memberikan pahala (yang lebih besar) dengan amalan-amalan shalih”. (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir)

2. Perbanyaklah Puasa : Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Sebaik-baik puasa setelah Ramadlan adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram”. (HR. Muslim)

3. Puasa ‘Asyuro (Tanggal 10 Muharram)
Hari ‘Asyuro merupakan hari yang sangat dijaga keutamannya oleh Rasulullah, sebagaimana hadits dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau mengatakan, “Aku tidak pernah melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam begitu menjaga keutamaan satu hari di atas hari-hari lainnya, melebihi hari ini (yaitu hari ‘Asyuro) dan bulan yang ini (yaitu bulan Ramadhan)”. (HR. Bukhari dan Muslim). Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam juga bersabda :”Puasa hari ‘Asyuura, saya memohon kepada Allah agar menjadikannya sebagai penebus (dosa) satu tahun sebelumnya”. (HR Muslim)

4. Muhasabah dan Introspeksi Diri : Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan setiap diri hendaklah memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)…”. (QS. Al Hasyr 59 : 18)
Ibnu Katsir rahimahullah berkata tentang tafsir ayat ini, “Yaitu, hendaklah kalian menghitung-hitung diri kalian sebelum kalian di-hisab (pada hari kiamat), dan perhatikanlah apa yang telah kalian persiapkan berupa amal kebaikan sebagai bekal kembali dan menghadap kepada Rabb kalian”.

Demikianlah sharing saya tentang Amalan-amalan sunah di bulan Muharam.

Kumpul Komunitas banner 300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pingin Belajar Internet Marketing Yang Tepat - Hub : 081325000084 Atau KlikDi Sini